Fajar Baru

Tujuan utama kami adalah…. memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak terlantar di Panti Asuhan Fajar Baru.

Fahran dan Suster Gaudentia

2013 Kunjungan keluarga Weyns - Suharti

Koen Vondenbusch dan Suster Gaudentia

Berdirinya Fajar Baru

Anak-anak terlantar di  Cimanggis 

Cerita kami berawal pada tahun 2011 ketika Suster Gaudentia dari Biara Filip Neri di Sint-Niklaas Belgia, berkunjung di Indonesia. Beliau menginap di Cimanggis, dekat Jakarta, di tempat sahabat Biara Puteri Reinha Rosari. Hatinya begitu tersentuh melihat kemiskinan dan penderitaan yang mana anak-anaklah yang menjadi kurbannya. Dengan mata kepala sendiri beliau melihat nasib anak-anak yatim piatu serta anak-anak terlantar sebagai akibat keluarga mereka yang berantakan. Peristiwa ini tak pernah lepas dari ingatan beliau. Saat hendak kembali ke Belgia, beliau melihat seorang bayi ditinggalkan di depan pintu gerbang Biara. Saat itulah ia berpikir : Kita dari Belgia harus lakukan sesuatu!, ulurkan tangan!.

​

Fajar Baru Belgia

Setibanya di Belgia beliau menghubungi Koen Vondenbusch, salah satu sahabat karibnya, pada bulan juni 2012 mereka bersama mendirikan Yayasan Fajar Baru Belgia. Fajar Baru, masa depan baru untuk anak-anak yang jarang punya kesempatan dalam hidup mereka.

​

Fajar Baru Indonesia

Pada tahun yang sama juga, di bulan agustus 2012 di Indonesia berdiri yayasan dengan nama yang sama, kedua yayasan ini bekerja sama dalam rangka  memperbaiki nasib anak-anak di  Cimanggis. Fajar Baru Indonesia.

​

Pengrealisasian pertama

Sejak tahun 2012 Fajar Baru Belgia mengadakan berbagai macam kegiatan untuk mengumpulkan dana. Pada bulan juni 2017 mereka  berhasil membangun Panti Asuhan putri, di bulan juni itu juga anak-anak perempuan pindah ke tempat tinggal mereka yang baru. Peristiwa perpindahan anak-anak putri dari biara ke rumah baru dan  nyaman ini merupakan  realisasi besar pertama Fajar Baru .

Dapur

Kapel dan kebun depan

Fahran

Tujuan

Panti Asuhan untuk anak-anak

Tujuan utama Yayasan Fajar Baru adalah memperbaiki nasib anak-anak yang diasuh di Cimanggis. Anak-anak perempuan sudah menikmati tempat tinggal baru mereka, sementara anak-anak balita  tetap tinggal bersama para Suster karena mereka masih terlalu kecil, sedangkan anak-anak laki-laki tinggal di sebuah rumah sewaan tak jauh dari Biara.

Ternyata tidak begitu mudah bagi para Suster untuk mengkombinasikan hidup sebagai suster, mengasuh, mendidik dan merawat anak-anak. Lagi pula jumlah anak-anak semakin hari makin bertambah. Di bulan januari 2018 jumlah anak-anak telah mencapai lebih dari tujuhpuluh, sehingga di Biara sangat padat. Bangunan Biara sudah tua, kenyamanan dalam segi sanitasi, dapur, ruang tidur dan sebagainya tidak memadai lagi. Oleh karena itulah tujuan utama Fajar Baru adalah agar anak-anak dapat pindah ke tempat tinggal yang baru.

Untuk pembangunan Panti Asuhan anak-anak terlantar di Cimanggis, Fajar Baru sejak tahun 2012 mengumpulkan dana dengan berbagai macam kegiatan, dana ini langsung digunakan untuk proyek di Indonesia. Dengan demikian tidak ada ongkos yang terbuang, seluruhnya masuk ke proyek.

​

Perawatan dan pendidikan

Di tahun 2017 ketika perpindahan anak-anak ke tempat tinggal baru telah terrealisasi, yayasan mulai berpikir tentang dukungan dalam segi lain. Kemudian muncul pendapat: disamping bantuan material, mungkin dapat juga menawarkan dukungan dalam segi perawatan dan pendidikan. Ini adalah tujuan di tahun 2018, diharapkan terrealisasi di tahun 2019.

Suster Grasiana , Pemimpin umum pusat konggregasi PRR - Puteri Reinha Rosari Indonesia

Suster Gabriella, Suster kepala PRR biara Cimanggis

Anak-anak

Mengapa anak-anak diasuh di Biara?

Tidak semua anak-anak yang diasuh di Cimanggis yatim piatu. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga miskin. Mereka tinggal di tempat para Suster Fajar Baru tetapi  setiap kali mereka pulang ke rumah, ini untuk menjaga agar hubungan mereka dengan keluarga tidak putus.

Di kota Jakarta sangat banyak keluarga-keluarga miskin. Kian hari kian bertambah. Ada kebudayaan “ merantau” , mengadu nasib di kota-kota besar seperti Jakarta misalnya, karena ditempat asal mereka sawah-ladang tidak mencukupi, kehilangan pekerjaan dan sebagainya sehingga mereka tidak tahu lagi bagaimana caranya menemukan rejeki. Kota dimana mereka merantaupun tidak dapat menjamin jalan keluar dari masalah ini. Mereka tak menemukan pekerjaan dan suasana menjadi lebih parah. Akhirnya anak-anak mereka percayakan kepada para Suster di Cimanggis dengan harapan bahwa mereka akan mendapatkan masa depan lebih baik….

Rumah Jaga

Galeri foto

 2015 -Selamat datang 

 Suster Gaudentia 

 Sambutan selamat datang 2017 

 2017 - Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2017 - Perpisahan di Taman Wisata ANCOL 

 2013 - Kunjungan keluarga Weyns - Suharti 

 2013 - Kunjungan keluarga Weyns -Suharti 

 2017 - Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2017 -Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2017 - Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2017 - Kunjungan Fajar Baru Belgia  

 2017 - Taman Wisata ANCOL 

 2017 - Taman Wisata ANCOL 

 2017 - Cimanggis 

 2015 - Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2015 - Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2015 - Bapa Schreurs, Koen Vondenbusch, Arsitek Kusnadi dan Valy Van de Merlen 

(Community Manager: Persekutuan sepak bola Waasland - Beveren) 

 2015 - Kunjungan Fajar Baru Belgia 

 2015 - Damian 

Kunjungan Persahabatan 2017 - Tari Kucing

Kunjungan Persahabatan 2015 – Tari Lenggang Kencana

VZW Fajar Baru© 2018 v12

1200px

960px

768px

480px

320px